Home NEWS TARAKAN Manager PT. SRJ Beberkan Tidak Beroperasi Karena Perayaan Imlek
TARAKAN - PT. Surya Ramadhan Jaya (SRJ) mengakui tidak beroperasinya PT. Garda Tuju Buana. Karena ada kerusakan pada 2 buah menara mesin pengering (dryer) batu bara. Sementara sang kontraktor perbaikan dari keturunan Tionghoa dan sedang merayakan Tahun Baru Raya Imlek. Hal ini diungkapkan Manager PT. Surya Ramadhan Jaya Andriansyah tadi siang, Menurutnya sang kontraktor sedang merayakan Tahun Baru Imlek dan perbaikan harus menunggu perayaan Imlek selesai hingga bulan maret mendatang. Sehingga perusahaan batu bara tersebut tidak dapat beroperasi seperti biasanya.”Persoalan saat ini, dryer PT. Garda mengalami kerusakan, dan pihak kontraktor yang memperbaiki itu, dari RRC  dan mereka bulan ini ada perayaan, jadilah terkendala dan berdampak karyawan untuk sementara dirumahkan” ucapnya menjelaskan kepada Reporter Grass FM tadi siang, (08/02/2010).

Diakui Andriansyah, selama ini 400-an karyawan kontrak PT. SRJ dibayar oleh PT. Garda Tuju Buana. Bahkan, PT SRJ sering memberikan dana talangan, dan pihak Garda terkadang membayar satu bulan berjalan. “Kondisi saat ini, sama seperti bulan-bulan lalu, tapi bulan kemaren itu ada kepastian dari PT. Garda, nah saat ini kepastian gaji dibayar itu belum kami terima” ujarnya menambahkan dan menjelaskan pihanya juga sudah menyurati PT. Garda hingga ke kantor pusat di India, dan mempertanyakan nasib para karyawan kontrak tersebut.

Karyawan kontrak sebanyak 400 an orang tersebut, sebagian dari tenaga helper pertambangan dan operator. Dimana PT Garda Tuju Buana, saat ini memiliki karyawan hingga 700 an orang yang sebagian besar tercatat sebagai tenaga kontrak dan memiliki upah minimal Rp 1,5 juta perbulan, dengan ketentuan 15 hari kerja dan 15 hari istirahat (off)( yko – grass fm tarakan )