Home NEWS TARAKAN Stok Generik di RSUD Tarakan Kosong
TARAKAN - Stok obat generik di RSUD Tarakan sering terjadi kekosongan, akibat sulitnya pengiriman dan kuota yang diberikan untuk rumah sakit di kota Tarakan. Hal ini diungkapkan Direktur RSUD Tarakan dr. Wiranegara Tan. Menurutnya, stok obat generik di gudang farmasi sering mengalami kehabisan.

Dan beberapa waktu lalu, sebanyak 64 item obat generik yang mengalami kekosongan di gudang farmasi milik RSUD Tarakan. “Sering kali kita kekurangan obat jenis generik, kemaren itu sempat 64 item yang kosong”ucapnya kepada Reporter Grass FM Tarakan tadi siang selasa, (02/02/2010) di kantornya RSUD Tarakan.

Wiranegara menambahkan, akibat yang paling mendasar dari kurangnya stok obat generik, karena perjalanan dari pabrik ke kota Tarakan cukup jauh, sehingga harus menunggu waktu yang lama, belum lagi Pemerintah terus menekan harga obat generik agar murah, juga pabrik yang sifatnya BUMN tentu mengurangi produksi,

“Mereka juga takut rugi kan, selain itu perjalanan obat tersebut yang lumayan jauh” ucapnya menjelaskan.

Menurutnya, walaupun hingga kini pihaknya sudah menggunakan sistem Balai Layanan Umum (BLU), dimana sistem tersebut dapat meminta kapanpun tambahan kuota obat generik pada pabrik Indofarma, jika terjadi kekosongan obat generik. Tapi tetap saja stok generik sangat sulit terpenuhi.

“Walaupun kita sudah lakukan sistem BLU, tapi tetap saja penggunaan obat generik sulit diterapkan karena stok yang terbatas”ucapnya menambahkan.

Sementara itu, terkait sanksi dari instruksi Menteri Kesehatan Endang Rahayu beberapa waktu lalu, agar seluruh rumah sakit di Indonesia memberikan obat generik pada pasien. Dipastikan akan sulit diterapkan oleh RSUD Tarakan,

“Menurut saya sangat sulit, soalnya kalau stok generik kosong, masa kita biarkan pasien, apalagi yang sifatnya emergency atau darurat”ucapnya menambahkan. (yko/spn - grass fm tarakan)