Home NEWS TARAKAN 14 Kota Dan Kabupaten se-Kaltim Harus Aktif Menekan Laju Deforestasi dan Degradasi Hutan

BULUNGAN - Pemerintah Kota dan Kabupaten di wilayah Kaltim harus berperan aktif dalam menekan perubahan iklim yang terjadi di sektor Kehutanan.

Asisten Pemerintah Provinsi Kaltim Drs. Abdussamad Msi mengatakan, dibutuhkan peran aktif seluruh kota dan kabupaten di kaltim, untuk menekan laju kerusakan hutan di wilayah tersebut, baik dalam pengawasan terjadinya deforestasi dan degradasi, hingga penanganan reboisasi hutan secara terus menerus.

“Diharapkan peran serta daerah di Kaltim, dalam menunjang Kaltim hijau, dan menekan terjadinya deforestasi dan degradasi” ucapnya yang mewakili sambutan Gubernur Kaltim Awang Faroeq Ishak, dihadapan ratusan undangan dari pejabat se-kaltim di Kabupaten Bulungan tadi malam senin,(08/03/2010) dalam Rapat Koordinasi Pengelolaan Lingkungan Hidup se-kaltim 2010.

Diakuinya, saat ini Pemprov Kaltim bersama pemerintah pusat, sudah menyusun aksi mitigasi perubahan iklim dalam sektor kehutanan. Dimana perubahan iklim tersebut, menjadi perhatian utama di dunia.

Dan diseluruh daerah di Indonesia, juga berperan aktif dalam menekan terjadinya perubahan iklim, akibat deforestasi dan degradasi. “Seluruh daerah juga sudah berperan aktif, untuk memulai kegiatan-kegiatan, dan Kaltim juga melakukan hal yang sama dengan program Kaltim Hijau juga kehadiran Pemprov Kaltim di California 2009 lalu” ucapnya.

Kawan, menurut data Departemen Kehutanan RI. Saat ini, Kaltim memiliki luas hutan sebesar 17 juta hektar dan 3 juta hektar diantaranya mengalami kerusakan yang cukup parah. Dimana laju kerusakan hutan di Kaltim, sekitar 250 ribu hektar pertahunnya. (yko – grass fm tarakan )